By ABA Invest, Updated at 6 Jul 2023

Expense Ratio Adalah Indikator Dalam Reksa Dana yang Penting Bagi Investor!

Expense Ratio Adalah

Dalam dunia investasi reksadana, uang akan dikelola oleh manajer investasi yang ahli di bidangnya sehingga nasabah dapat memperoleh keuntungan maksimal. Dalam menjalankan tugasnya, ada istilah Expense Ratio adalah beban biaya yang harus ditanggung.

Siapa yang menanggung Expense Ratio dalam investasi reksa dana? Mengapa bisa timbul Expense Ratio? Bagaimana cara menghitung Expense Ratio?

Pada artikel kali ini akan dibahas secara detail mengenai Expense Ratio, rumus dan cara menghitungnya beserta fungsi dari Expense Ratio dalam investasi reksadana. Berikut ini penjelasannya.

Expense Ratio Adalah

Sebelum masuk pembahasan yang lebih dalam, mari memahami pengertian dasar dan mengenal Expense Ratio.

Expense Ratio adalah salah satu biaya beban operasi yang dikenakan kepada nasabah pemilik reksadana. Expense Ratio adalah biaya perbandingan pada beban operasional dalam pengelolaan dana investasi reksadana selama satu tahun.

Expense Ratio yang dikeluarkan adalah hasil dari rata-rata nilai aset bersih dalam kurun waktu setahun tersebut.

Expense Ratio tidak hanya digunakan untuk mengetahui berapa total besaran biaya beban operasional atas suatu produk reksadana, tetapi juga digunakan sesuai fungsinya baik bagi investor maupun Manajer Investasi.

Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak poin pembahasan berikut ini.

Mengapa Ada Expense Ratio pada reksa dana?

Mengapa bisa sampai harus terkena biaya Expense Ratio? Adakah kemungkinan besaran Expense Ratio sebesar nol persen?

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan Expense Ratio. Misal, pada saat pertumbuhan perekonomian sedang sulit dan mempengaruhi nilai reksadana, maka Manajer Investasi harus melakukan strategi yang maksimal agar nilai reksadana tidak jatuh drastis.

Manajer Investasi akan melakukan strategi pengelolaan aktif, yang akan berdampak pada biaya transaksi yang tinggi. Selain itu, Manajer Investasi juga membutuhkan bantuan broker dalam menjalankan strategi ini sehingga biaya yang lebih besar sangat dibutuhkan.

Ada juga biaya tambahan, seperti pengenaan biaya manajemen dan kustodian, biaya administrasi, serta penggunaan konsultan yang berdampak pada biaya Expense yang menjadi tinggi.

Tetapi, ini semua akan dilakukan setelah Manajer Investasi melakukan pertimbangan yang cukup lama. Serta didukung dengan kondisi pasar dan perekonomian dunia.

Jadi, tidak serta-merta biaya Expense Ratio pada investasi reksadana selalu besar, ya. Ada kemungkinan Expense Ratio 0% dan sudah bersih dari biaya pengelolaan investasi reksadana.

Biasanya, aplikasi saham dan reksadana yang menawarkan bersih dari biaya pengelolaan investasi untuk menarik minat nasabah menggunakan aplikasi saham dan reksadana tertentu.

Menghitung Expense Ratio

Expense Ratio terdiri dari pengeluaran yang dikeluarkan dalam mengelola suatu produk reksadana. Expense Ratio dihitung atas rata-rata nilai aset dari total biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan.

Adapun rumus Expense Ratio adalah sebagai berikut:

Rasio Beban Biaya (Expense Ratio) = Total Beban Biaya : Rata-Rata NAB

Adapun penjelasan rumus Expense Ratio adalah sebagai berikut:

●     Total Beban Biaya, total akumulasi dari biaya operasional, biaya administratif, biaya beban transaksi reksa dana, beban jasa investasi, beban jasa audit, beban pajak, dan biaya beban lainnya.

●     NAB (Nilai Aktiva Bersih), rata-rata hasil aset investasi yang diperoleh nasabah dari reksadana tersebut.

Mengetahui dan menghitung Expense Ratio sebenarnya cukup mudah. Nasabah bisa melihat Expense Ratio tahunan yang dikenakan pada laporan keuangan manajer investasi yang diterbitkan.

Agar lebih mudah dalam memahami Expense Ratio dan cara menghitungnya, simaklah contoh ilustrasi deskriptif berikut ini.

Bapak Bondi memutuskan untuk berinvestasi pada salah satu produk reksadana telah mengetahui biaya beban operasional dari produk tersebut (meliputi beban transaksi reksa dana, beban jasa investasi, beban jasa audit, beban pajak, dll.).

Setelah dijumlahkan, biaya beban operasional produk reksadana yang dipilih Bapak Bondi sebesar 10 miliar rupiah. Dan diketahui nilai NAB adalah sebesar 2 triliun rupiah.

Jadi, perhitungan beban operasi atau Expense Ratio adalah sebagai berikut:

Expense Ratio = Total Beban Biaya : Rata-Rata NAB

Rasio Beban Biaya = 10 miliar : 2 triliun

Rasio Beban Biaya = 0,01

Umumnya, Expense Ratio disebutkan dalam bentuk persentase. Sehingga 0,01 x 100% = 1%.

Jadi, Expense Ratio yang dikenakan adalah sebesar 1%, sedangkan 99% lainnya merupakan dana investasi aktif yang terus diputar. Itulah cara menghitung Expense Ratio.

Fungsi Expense Ratio

Selain untuk mengetahui besar beban operasi pada produk reksadana yang dikenakan setiap tahunnya, Expense Ratio juga memiliki fungsi lain dalam berinvestasi.

Expense Ratio dapat mengukur seberapa besar biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengelola suatu produk reksadana.

Semakin kecil persentase Expense Ratio pada laporan keuangan manajer investasi, maka akan memperlihatkan kepiawaian manajer investasi tersebut dalam mengelola reksa dana para nasabah secara efisien.

Adapun fungsi dari Expense Ratio adalah sebagai berikut:

1.           Mengukur Beban Operasi

beban operasi

Expense Ratio digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui besar beban operasi yang ditimbulkan setiap tahunnya.

Besaran beban operasi dirincikan secara detail dan riil, sehingga sangat transparan. Dengan Expense Ratio ini investor dapat menilai atau membandingkan power antara satu produk investasi reksadana dengan produk reksadana lainnya.

Dari sini pula, seorang investor dapat mengetahui berapa persentase dana yang dikelola secara aktif dalam investasi reksadana untuk mendapatkan hasil keuntungan yang optimal.

2.           Sebagai Tolak Ukur Kinerja Manajer Investasi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Expense Ratio dapat dilihat oleh nasabah pada laporan keuangan Manajer Investasi.

Dari sini pula, investor juga sekaligus bisa menilai apakah Manajer Investasi yang mengelola produk reksadana miliknya pintar dan efisien dalam mengelola dana yang diberikan atau tidak.

Karena semakin besar persentase Expense Ratio yang dihasilkan, maknanya Manajer Investasi tersebut telah mengeluarkan banyak biaya dalam melakukan pengelolaan reksadana. Tentunya ini tidak akan berdampak bagus dan pengelolaannya terlihat kurang efisien.

Jadi, hanya dengan melihat nilai Expense Ratio suatu produk reksadana, seorang investor dapat melihat bagaimana kinerja Manajer Investasi dalam menjalankan tugasnya.

3.           Mengetahui Beban Operasional Terbesar

Expense Ratio tidak hanya berguna bagi investor saja, namun juga dapat berguna bagi Manajer Investasi sendiri. Mengapa demikian?

Karena dari Expense Ratio yang dihasilkan, Manajer Investasi dapat melihat dan mengetahui beban operasional terbesar dalam mengelola suatu produk reksadana.

Manajer Investasi akan lebih mudah dalam memetakan apa saja beban operasi yang ditimbulkan dari pengelolaan suatu produk reksadana. Dari sinilah, Manajer Investasi dapat melihat beban operasional tertinggi dan terbesar.

Apa cukup sampai di situ saja? Tentu saja tidak, ya. Setelah mengetahui beban operasional terbesar, Manajer Investasi akan berusaha untuk mencarikan solusi tepat agar beban operasional terbesar tersebut dapat dikurangi.

Dengan begitu, nasabah dapat menerima keuntungan yang maksimal.

4.           Digunakan Sebagai Bahan Evaluasi Investor dan Manajer Investasi

Fungsi terakhir dari Expense Ratio adalah untuk digunakan sebagai bahan evaluasi, baik bagi investor maupun Manajer Investasi.

Expense Ratio bagi investor adalah tolak ukur apakah pengelolaan atas produk reksadana dilakukan secara baik dan efisien. Dan sebagai perbandingan juga antarproduk reksadana yang hendak dipilih untuk mengoptimalkan keuntungan yang diterima.

Di sisi lain, bagi Manajer Investasi, Expense Ratio berguna untuk mengevaluasi kinerjanya dalam mengelola produk reksadana tersebut selama setahun. Apakah sudah dilakukan seefektif dan seefisien mungkin, atau justru ada beberapa beban operasi yang tinggi.

Intinya, Expense Ratio adalah salah satu poin yang dapat dijadikan pertimbangan apakah suatu produk reksadana dalam kondisi sehat atau tidak.

Penutup

Investasi reksa dana merupakan salah satu kegiatan investasi yang mudah dan cocok untuk para pemula. Dana yang diinvestasikan pada suatu produk reksadana akan dikelola secara baik oleh seorang Manajer Investasi.

Setiap tahunnya, nasabah atau investor akan menerima laporan keuangan Manajer Investasi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan dana investor selama setahun penuh.

Pada laporan keuangan Manajer Investasi tersebut, ada yang namanya Expense Ratio. Dari Expense Ratio ini, investor dapat melihat berapa persen biaya beban operasi yang dikeluarkan untuk mengelola reksa dana.

Semakin kecil persentase Expense Ratio, maka semakin baik dan efisien kinerja seorang Manajer Investasi dalam mengelola reksa dana tersebut.

Sebaliknya, semakin besar persentase Expense ratio yang dihasilkan, maka bisa dikatakan pengelolaan produk reksadana tersebut kurang baik. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang sedang memburuk.

Adapun Expense Ratio berfungsi sebagai berikut:

●     Untuk mengukur beban operasi.

●     Sebagai tolak ukur kinerja Manajer Investasi dalam mengelola produk reksadana secara efisien.

●     Untuk mengetahui beban operasional terbesar dan memetakannya.

●     Untuk digunakan sebagai bahan evaluasi, baik oleh investor maupun Manajer Investasi itu sendiri.

Mengetahui Expense Ratio suatu produk reksadana cukup penting dalam kegiatan berinvestasi. Dengan melihat Expense Ratio, seorang investor dapat mengetahui kondisi dari produk investasi reksadana tersebut.

Sekian pembahasan mengenai Expense Ratio beserta rumus dan cara menghitungnya. Expense Ratio adalah indikator yang dapat menunjukan kondisi suatu produk reksadana. Sudahkan anda menghitung Expense Ratio produk reksadana milik anda?

Share this article
Bacaan Lain

Mengenal Golden Cross Trading Saham: Poin Penting dan Cara Identifikasinya

Dunia trading sangat familiar dengan golden cross saham. Namun, tidak semua memahami makna dari golden cross tersebut khususnya bagi pemula yang baru mengenal trading. Untuk memahami lebih lengkap tentang karakteristik dan pengertiannya, bisa membaca lengkap artikel ini. Selain golden cross ada juga hal lain yang perlu diwaspadai karena berhubungan erat dengan keputusan jual beli saham. Mengenal Lebih Jauh Tentang Golden Cross Saham Secara umum, golden cross saham adalah sebuah pola dalam pe
setahun yang lalu  5 minute
golden cross dalam trading

Fibonacci Trading Metode Untuk Memprediksi Tren Harga pada Candle

Sudah pernah dengar istilah Fibonacci trading? Seperti yang telah diketahui, bahwa terdapat banyak metode analisis grafik aset trading, salah satunya adalah dengan metode Fibonacci. Apa sebenarnya maksud dan konsep dari metode Fibonacci? Agar anda lebih mudah memahami dan mengenal Fibonacci, metode analisis teknikal untuk trading yang satu ini, mari simak pembahasan lengkap mulai dari pengertian Fibonacci, fungsi, dan penggunaannya. Berikut ini penjelasannya. Pengertian Fibonacci Trading Pad
setahun yang lalu  5 minute
fibonacci trading

Divergence Trading: Jenis, Kelebihan, Contoh, dan Kegunaan Bagi Trader

Seorang trader akan memanfaatkan segala pengetahuan dan analisanya demi meraih keuntungan yang optimal. Salah satu indikator yang dapat menentukan kondisi pergerakan suatu saham adalah Divergence. Apa itu Divergence Trading dalam investasi? Mari mengenal pemahaman dasar mengenai salah satu istilah dalam trading ini, jenis-jenisnya, serta kelebihan dan kekurangan pada Divergence Trading. Pengertian Dasar Divergence dalam Trading Divergence merupakan sinyal dalam trading (pergerakan grafik) ya
setahun yang lalu  3 minute
strategi divergence