By ABA Invest, Updated at 6 Jul 2023

12 Istilah Dalam Trading: Wajib Diketahui Trader Pemula

istilah dalam trading

Dalam membangun bisnis dalam dunia trading, Anda harus mengetahui berbagai istilah dalam trading. Bisnis trading ada kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pendek seperti harian sampai dengan mingguan.

Trading berbeda dengan investasi saham. Bedanya dari jangka waktu tersebut, jika investasi saham, keuntungan yang didapatkan biasanya dalam jangka waktu yang panjang. Dalam dunia trading saham, ada banyak istilah yang perlu dipelajari jika Anda tertarik untuk memulainya.

Istilah Dalam Trading

Orang yang melakukan trading disebut dengan trader. Seorang trader harus mengetahui pengetahuan dasar dari trading agar bisa melakukannya dengan baik. Untuk itu, Anda perlu mengetahui istilah dalam trading yang punya banyak makna.

Dengan begitu, Anda yang sebagai pemula dalam trader bisa mengetahuinya dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa istilah-istilah trading yang penting:

1. Bullish dan Bearish

Bullish dan Bearish

Bullish dan bearish adalah istilah dalam trading yang sangat umum digunakan sehingga bagi pemula harus tahu artinya. Kedua istilah ini berkaitan dengan waktu masuk dan keluar dari pasar modal sehingga Anda bisa paham kapan untuk menentukan waktu yang tepat.

Pengertian bullish adalah kecenderungan harga saham memiliki kenaikan yang tinggi dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan bearish adalah kecenderungan harga saham yang mempunyai penurunan tertinggi dalam suatu waktu.

Oleh sebab itu, pada saat terjadi bearish, trader bisa bijak untuk keluar dari pasar modal agar tidak mengalami kerugian. Begitu juga sebaliknya, trader harus mengetahui bullish untuk bisa memilih waktu yang tepat untuk masuk ke pasar modal sehingga mendapatkan keuntungan.

2. Cut Loss

Cut loss adalah strategi yang dipakai oleh trader untuk membatasi tingkat kerugian dengan cara menjual saham yang dimiliki pada saat terjadi penurunan. Hal ini sangat penting dilakukan oleh para trader.

Seperti yang telah diketahui, setiap trading pasti memiliki risiko kegagalan. Semua itu disebabkan karena tingkat volatilitas harga yang semakin meningkat. Untuk menghindarinya, Anda perlu bertindak dengan melakukan strategi salah satunya adalah cut loss.

3. Trailing Stop

Istilah dalam trading berikutnya yaitu trailing stop. Trailing stop ini memiliki makna yang hampir sama dengan cut loss dimana merupakan aktivitas yang menjual saham ketika harga saham sedang mengalami penurunan.

Namun, ada perbedaan yang paling menonjol diantara keduanya yaitu trailing stop ini adalah sistem sekurita dari trading sehingga kegiatan ini dilakukan secara otomatis. Anda tinggal mengatur level stop loss yang ada di fitur trailing stop.

Setelah mengaturnya, maka sistem tersebut akan langsung membuat saham terjual apabila harganya sedang turun sampai level stop loss yang sudah ditentukan oleh trader sebelumnya. Sedangkan untuk cut loss, kegiatan untuk menjual sahamnya dilakukan secara manual.

4. Profit Taking

Istilah dalam trading berikutnya adalah profit taking yang merupakan cara untuk menjual aset saham yang dimiliki dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau profit. Sesuai dengan namanya yang artinya adalah “pengambilan keuntungan”.

Saham yang dijual untuk mendapatkan keuntungan tentu saja berdasarkan harga dari saham tersebut apakah sudah mencapai keuntungan maksimal atau tidak. Keuntungan bisa didapatkan ketika harga jualnya lebih tinggi dibandingkan harga ketika Anda baru membeli saham tersebut.

Ini adalah yang perlu ditindaklanjuti bagi para trader untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak lagi.

5. Pompom

Mungkin istilah ini terdengar unik di telinga karena dari namanya sulit untuk diartikan secara harfiah. Namun, istilah dalam trading ini sejatinya berasal dari bahasa Inggris yaitu “pump” atau memompa.

Jadi, pompom dalam dunia trading adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempengaruhi orang membeli saham sehingga harga saham bisa melambung lebih tinggi dalam waktu pendek.

Pompom merupakan ajakan seseorang tersebut sehingga sama seperti istilah memompa. Biasanya, pompom dilakukan oleh kalangan influencer seperti artis, selebgram, sampai dengan para investor yang sudah terkenal atau berpengalaman.

Rekomendasi yang mereka lakukan biasanya hanya untuk kepentingan pribadinya saja. Bahkan yang mereka lakukan terkadang tidak sesuai fakta dan hasil riset yang panjang. Akibatnya, banyak korban yang terbujuk ajakan mereka untuk menanam modalnya di saham tersebut.

Dengan demikian, banyak juga yang akhirnya mengalami kerugian karena saham tersebut masih tersendat. Bagi trader pemula harus berhati-hati ketika ada pompom dan harus jeli untuk memilih saham terbaik untuk dibeli.

6. Bandar Saham

Bandar saham adalah istilah dalam trading yang punya modal yang besar pada saat melakukan transaksi di pasar yang membuatnya bisa membeli banyak saham dan membuat harganya menjadi lebih tinggi.

Ketika harga sahamnya sudah meroket karena pembelian dari bandar, ini akan menarik para trader lain untuk membelinya sehingga sahamnya akan semakin tinggi.

Apabila harga saham sudah semakin tinggi, bandar yang punya kepemilikan paling banyak akan menjual saham tersebut tiba-tiba. Dengan demikian, si bandar saham ini akan memiliki keuntungan yang lebih besar.

Sebaliknya, trader lain bisa mendapatkan kerugian dari efek penjualan saham yang dilakukan oleh bandar saham tersebut.

Namun, bagi para trader yang punya kemampuan bandarmology, Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan cara masuk dan keluar pasar modal di waktu yang tepat.

7. Manajemen Risiko

Manajemen risiko atau risk management sudah sering diterapkan untuk berbagai bisnis dan perusahaan termasuk dalam hal trading. Istilah manajemen risiko adalah hal yang dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Jadi, para trader bisa mengantisipasi setiap penjualan dan pembelian saham yang dilakukannya agar tidak mengalami kerugian.

Istilah ini wajib diketahui trader pemula dan trader profesional harus melakukan manajemen risiko psikologi trading dengan baik sehingga bisa mendatangkan profit bukan malah jatuh dan semakin rugi.

8. Support dan Resistance

Support dan Resistance

Istilah dasar dalam trading lainnya adalah support dan resistance. Kedua istilah ini adalah hal yang saling berkaitan. Support adalah harga paling kecil pada saham yang dimiliki sebelum kembali tinggi.

Sedangkan resistance adalah harga terbesar yang dimiliki sebelum akhirnya jatuh harga sahamnya. Baik support dan resistance adalah hal yang penting dan utama dalam masalah analisis teknikal.

Terutama dalam hal untuk sinyal untuk membeli atau menjual saham. Adanya support dan resistance ini memungkinkan penggunaan order stop loss untuk menerapkan manajemen risiko yang baik.

9. Analisis Teknikal

Analisis teknikal sering diterapkan dalam dunia trading. Para trader lebih menyukai analisis ini untuk trading saham mereka. Analisis teknikal adalah teknik analisa dengan memantau pergerakan harga saham yang dilihat dari histori dari saham tersebut.

Penggunaan analisis ini sering dipakai untuk memahami dan memprediksi pergerakan harga saham dari data yang ada sebelumnya sehingga bisa diprediksi kapan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar saham tersebut.

Analisis teknikal tersebut lebih disukai karena memiliki keuntungan yaitu hasilnya lebih cepat dibandingkan dengan analisis fundamental.

10. Moving Average

Istilah dalam trading berikutnya adalah moving average. Moving average termasuk dalam indikator dari analisis teknikal yang sering digunakan oleh para trader. Moving average ini lebih sederhana dan memiliki berbagai variasi modifikasi sehingga lebih mudah digunakan.

Moving average dijadikan sebagai landasan bagi para trader untuk menentukan mana saham yang memiliki potensi yang bagus dan mana yang tidak akan berhasil. Moving average adalah rata-rata harga saham dalam waktu tertentu.

Perhitungan ini bisa menganalisis saham apakah trennya naik atau turun sehingga dapat dipertimbangkan sebelum Anda membeli saham tersebut.

Untuk melakukan perhitungan moving average ini, sebaiknya dihitung dalam jangka waktu yang pendek agar pergerakan harganya lebih detail.

Berbeda jika mengukurnya dalam waktu yang lebih lama sehingga rata-ratanya menjadi kurang menunjukkan apakah saham tersebut bagus atau tidak.

Rentang waktu yang digunakan dalam MA juga disesuaikan dengan trader masing-masing. Apabila scalper pakai MA (moving average) dengan chart 5 menit, trader bisa melakukan MA dari 5 sampai 15 menit.

11. ARA dan ARB

ARA adalah singkatan dari Auto Reject Atas dan ARB adalah Auto Reject Bawah. Kedua istilah dalam trading ini adalah sistem penolakan otomatis dari harga saham yang sudah mencapai batasnya sehingga tidak dapat melebihi batas yang sudah maksimal ini.

Sistem tersebut dirilis oleh JATS NEXT-G dengan tujuan untuk melindungi transaksi saham yang ada pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada satu hari berdagang.

Perbedaan ARA yaitu persentase batas maksimal dari kenaikan harga saham dalam sehari sedangkan ARB adalah persentase batas maksimal dari penurunan harga saham dalam sehari. ARA dilakukan pada saat order beli sedangkan ARB dilakukan pada saat order jual.

12. Margin

Margin adalah istilah dalam trading Forex. Forex sendiri merupakan alat investasi yang memperdagangkan mata uang negara dengan mata uang negara lain.

Berinvestasi di Forex bisa mendapatkan potensi profit yang besar. Dalam melakukan trading Forex, umum kita dengar istilah margin.

Margin sendiri adalah jumlah uang yang ada di akun trading. Uang ini yang nantinya akan digunakan untuk melakukan transaksi.

Margin bisa dikatakan sebagai deposit untuk jaminan saat melakukan trading. Anda dapat mempertahankan suatu posisi trading dan membuka trading sesuai dengan ukuran transaksi dari yang dilakukan.

Penutup

Demikian beberapa istilah dalam trading yang perlu diketahui bagi pemula. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, Anda bisa mempertimbangkan pelaksanaan trading dengan seksama dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang besar dan meminimalkan kerugian.

Bagaimana, apakah Anda sudah mengerti? Semoga pembahasan menganai beberapa istilah dalam trading di atas bermanfaat ya!

Share this article
Bacaan Lain

Mengenal Golden Cross Trading Saham: Poin Penting dan Cara Identifikasinya

Dunia trading sangat familiar dengan golden cross saham. Namun, tidak semua memahami makna dari golden cross tersebut khususnya bagi pemula yang baru mengenal trading. Untuk memahami lebih lengkap tentang karakteristik dan pengertiannya, bisa membaca lengkap artikel ini. Selain golden cross ada juga hal lain yang perlu diwaspadai karena berhubungan erat dengan keputusan jual beli saham. Mengenal Lebih Jauh Tentang Golden Cross Saham Secara umum, golden cross saham adalah sebuah pola dalam pe
2 tahun yang lalu  5 minute
golden cross dalam trading

Fibonacci Trading Metode Untuk Memprediksi Tren Harga pada Candle

Sudah pernah dengar istilah Fibonacci trading? Seperti yang telah diketahui, bahwa terdapat banyak metode analisis grafik aset trading, salah satunya adalah dengan metode Fibonacci. Apa sebenarnya maksud dan konsep dari metode Fibonacci? Agar anda lebih mudah memahami dan mengenal Fibonacci, metode analisis teknikal untuk trading yang satu ini, mari simak pembahasan lengkap mulai dari pengertian Fibonacci, fungsi, dan penggunaannya. Berikut ini penjelasannya. Pengertian Fibonacci Trading Pad
2 tahun yang lalu  5 minute
fibonacci trading

Divergence Trading: Jenis, Kelebihan, Contoh, dan Kegunaan Bagi Trader

Seorang trader akan memanfaatkan segala pengetahuan dan analisanya demi meraih keuntungan yang optimal. Salah satu indikator yang dapat menentukan kondisi pergerakan suatu saham adalah Divergence. Apa itu Divergence Trading dalam investasi? Mari mengenal pemahaman dasar mengenai salah satu istilah dalam trading ini, jenis-jenisnya, serta kelebihan dan kekurangan pada Divergence Trading. Pengertian Dasar Divergence dalam Trading Divergence merupakan sinyal dalam trading (pergerakan grafik) ya
2 tahun yang lalu  3 minute
strategi divergence